Thursday, January 28, 2016

Barang Selundupan Palestina


ilustrasi: www.dw.com

     Seorang warga Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel – Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya.
Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti. 
“Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, Apa isi kedua tas itu?”
“Pasir,” jawab Mahmud. Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan Mahmud dan bertanya,
“Apa yang kamu bawa?”
Mahmud menjawab, “Pasir.” Tentara tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir.
Kejadian yang sama terus berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi. Tentara Israel itu menjumpainya sedang duduk bersantairia di luar kota Yerikho.
“Hei, kamu yang suka bawa pasir,” tegur tentara Israel itu.
“Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Akan tetapi saya selalu menemukan pasir di dalam tas mu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?”
“Selama ini apa yang kau lihat setiap aku melewati perbatasan?”  tanya Mahmud.
“Isi tasmu, jika bukan yang ada di tasmu, lalu apa?” jawab tentara
Israel. Mahmud menjawab dengan suara pelan, “SEPEDA!”
“Apa kau tidak pernah melihatku berganti sepeda setiap aku lewat perbatasan?” tanya Mahmud. Lalu tentara itu pergi menuju pos wilayah perbatasan tanpa menjawab pertanyaan Mahmud.

0 komentar:

Post a Comment